Hyun Mi-Ok (현미옥) is an Original-Fictional Character created by #Tianshi for Roleplaying and Writing Purposes ONLY.

The faceclaim used in here is Girls' Generation Im Yoon Ah, but are not affiliated with the real Im Yoon Ah nor SM Entertainment.

1987

 Kala itu di penghujung bulan Mei tahun 1987, Hyun Jung Hoon dan sang istri, Lee Miseon menyambut kehadiran putri kecil mereka di malam yang dingin ketika angin musim semi berhembus dengan kencangnya.

 Malaikat kecil yang mereka beri nama Hyun Mi-Ok itu menangis dengan sangat kencang, sampai-sampai terdengar jelas sekali dari lorong klinik bidan.

 "Ia pasti akan menjadi penyanyi ketika besar nanti," doa Jung Hoon seraya menimang si kecil Mi-Ok dalam dekapannya.

1990~1992

 Mi-Ok tumbuh dengan sangat baik. Tubuhnya yang cukup berisi menambah kelucuannya. Ia adalah balita yang sangat aktif, gemar berlarian kesana kemari di dalam sebuah panti Jompo di distrik Seodaemun kota Seoul dekat tempat mereka tinggal.

 Jung Hoon dan Miseon bekerja sebagai tukang masak di sana. Karena keuangan yang tidak terlalu baik membuat Jung Hoon dan Miseon terpaksa membawa putri kecil mereka setiap harinya saat bekerja bahkan sejak Mi-Ok berusia empat bulan. Mereka secara bergantian mengasuhnya dibantu dengan para lansia penghuni panti juga pegawai panti lainnya.

 Kehadiran Mi-Ok kecil di sana membawa kebahagiaan dan warna baru bagi panti yang hanya dihuni oleh orang lanjut usia. Para orang tua itu dengan senang hati mengasuhnya, mengajaknya bermain selayaknya cucu sendiri yang jarang datang untuk menjenguk mereka.

1993~2005

 Ingat doa yang dipanjatkan oleh sang Ayah ketika Mi-Ok baru lahir?

 Nampaknya dewa enggan mengabulkannya. Alih-alih memberikannya suara merdu, Mi-Ok justru dikenal karena suara cempreng nan nyaringnya. Ketika duduk di bangku SMA ia kerap menjadi bulan-bulanan guru musiknya karena 'buta nada'.

 Semenjak memasuki usia sekolah, Mi-Ok yang berpostur tubuh lebih tinggi daripada kebanyakan anak kelasnya itu lantas membuatnya mudah diingat. Karena alasan itu pula dirinya ditunjuk sebagai ketua kelas hingga lulus sekolah dasar.

 Sebuah alasan yang bodoh jika ia ingat-ingat kembali.

 Memasuki jenjang sekolah menengah pertama, benih-benih kenakalan mulai tumbuh dalam dirinya. Bukanー bukan nakal dalam artian merokok, menggunakan narkoba dan lainnya.

 Sejak kecil sudah terlihat dirinya memiliki sifat jahil ー yang kurang lebih diwarisinya dari sang ayah ー namun beranjak remaja, kejahilannya semakin menjadi. Teman laki-lakinya menjadi jauh lebih banyak daripada perempuan, dan bersama mereka kerap melakukan hal-hal nyeleneh yang sukses membuat para guru sakit kepala.

 Namun hal itu tidak terlalu meresahkan kedua orang tuanya, karena Mi-Ok masih bisa mempertahankan nilainya agar tidak terjun ke zona merahー yah, meskipun ia tidak pernah menyabet peringkat tiga teratas di kelasnya.

 Teman lelakinya memang lebih banyak, namun teman-teman perempuan juga banyak yang menyukainya karena Mi-Ok senang membantu bahkan tidak segan untuk memarahi anak lelaki yang mengganggu mereka. Mungkin karena ia anak sulung dan memiliki seorang adik yang masih kecil sehingga tanpa sadar ia turut mengasuh dan melindungi teman-temannya.

 Mi-Ok pun tidak pernah ikut membolos ataupun merokok meski berkali-kali diajak oleh teman lelakinya. Ia juga selalu menjadi ketua kelas ー bahkan hingga lulus SMA. Betapa sebuah pekerjaan yang membosankan baginya, namun itu membuktikan bahwa dirinya memang dapat diandalkan.

 Paling yang orang tuanya khawatirkan adalah tindakan Mi-Ok yang tidak mencerminkan wanita sama sekali. Sejak berusia lima tahun ia senang sekali pergi main dengan teman sebayanya hingga sore hari. Mulai dari bersepeda hingga memanjat pohon dilakoninya. Ketika teman perempuannya menangis karena terjatuh dan luka, Mi-Ok justru dengan bangganya pulang ke rumah dan mengatakan bahwa dirinya baru saja kembali dari medan perang.

 Perkataan yang kerap membuat sang ibu mulas karena kulit putih putrinya menghitam dan penuh lecet, sementara mengundang gelak tawa dari ayahnya.

 Ia pernah ingin memotong rambutnya dengan gaya undercut ー yang lantas dihujani oleh amarah sang bunda. Ketika di sekolah dasar Ia pun menolak mengikuti kegiatan klub bahasa, seni atau klub yang biasanya diikuti oleh anak perempuan dan lebih memilih untuk masuk ke dalam klub Taekwondo. Saat lulus sekolah menengah atas ia juga mendapatkan sabuk hitam Taekwondo.

2005~2009

 Lulus dari sekolah menengah pertama, Mi-Ok memilih untuk masuk ke dalam akademi polisi alih-alih melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

 Alasan pertama, ia tidak merasa memiliki minat terhadap jurusan apapun yang ditawarkan perguruan tinggi. Ia lebih tertarik dengan pekerjaan para aparat penegak hukum seperti polisi ー bekejar-kejaran dengan pelaku kriminal, menelusuri tkp dan hal menegangkan lainnya yang terlihat sangat seru ー setidaknya di dalam film.

 Alasan kedua, banyak diantara teman-temannya yang mengatakan jika dirinya cocok menjadi aparat penegak hukum karena ia jujur dan berani. Yah, walau dalam kenyataan, hanya segelintir aparat penegak hukum yang jujur.

 Namun alasan utamanya adalah karena biaya masuk akademi polisi tidak semahal biaya perguruan tinggi, bahkan ia akan mendapatkan fasilitas asrama dan makanan sehari-harinya akan ditanggung oleh akademi. Dalam kata lain, selama empat tahun ia menempuh pendidikan untuk menjadi polisi, kedua orang tuanya bisa fokus membiayai kehidupan mereka dan sang adik dengan pendapatan yang tidak seberapa itu.

2009~2013

 Mi-Ok tahu bahwasanya tidak ada satupun pekerjaan yang bebas dari manusia berhati busuk. Tidak ada celah dalam dunia ini yang tidak memiliki para penjilat dan koruptor bersemayam di sana. Tapi ia tidak pernah menyangka jika permainan busuk juga benar dimainkan dalam dunia pekerjaan penegak hukum.

 Setelah lulus dari akademi dengan nilai yang memuaskan, Mi-Ok lantas ditempatkan di Kepolisian Sektor Gangnam sebagai petugas administrasi. Selang tiga bulan kemudian, ia pun dipindahkan menjadi polisi lalu lintas. Selama hampir setahun dirinya hanya berjaga di pos lalu lintas distrik gangnam dan melakukan pekerjaan yang menurutnya tak ada bedanya dengan tukang parkir.

 Terbesit rasa kesal dalam dirinya karena banyak teman seangkatannya ー rata-rata lelaki ー yang telah menjadi anggota tim dalam berbagai divisi, mulai dari detektif hingga divisi intelijen, sementara dirinya hanya berpanas-panasan tiap hari dan mengurus surat tilang.

 Apakah karena ia seorang wanita?

 Namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya. Mi-Ok tetap menjalankan tugasnya dengan semangat bersama dengan dua orang polisi paruh baya yang lambat laun ia anggap seperti ayahnya sendiri.

 Di awal tahun 2011, Mi-Ok mendapatkan kabar gembira. Ia dipindahkan ke dalam tim investigasi atas rekomendasi dari seorang Detektif bernama Lee Hyun Joo.

 Rupanya di akhir tahun 2010 lalu Mi-Ok secara tidak sengaja turut membantu meringkus seorang pelaku pencurian uang tunai di bank. Sang pelaku berlari melewati pos tempat Mi-Ok bertugas, dan melihat gestur mencurigakan serta kerumunan polisi yang belari di belakangnya membuat Mi-Ok tanpa pikir panjang ikut mengejarnya.

 Berkat kaki jenjang dan kemampuan berlarinya yang kencang, sang pelaku berhasil diringkus olehnya ー meskipun pada akhirnya Mi-Ok mendapat hukuman disiplin selama tiga hari karena meninggalkan pos tugasnya secara sengaja.

 Tapi perjuangannya itu pun berbuah manis, karena semangat kerjanya berhasil membuat Detektif Lee tertarik dan merekrutnya ke dalam tim.

 Selama bekerja dalam tim Detektif Lee, rupanya Mi-Ok dan sang detektif memiliki banyak kesamaan ー sama-sama tidak bisa tinggal diam dan nekat apabila melihat ketidakbenaran dalam suatu kasus. Mereka pasti akan berusaha menyusutnya hingga kejanggalan itu terpecahkan.

 Sayangnya karena sifat itu mereka menjadi ancaman bagi para penjilat dan oknum yang gemar mencari kemudahan dalam penyelesaian kasus meski harus menutupi kebenaran yang ada.

 Permainan kekuasaan benar adanya di dalam dunia kepolisian yang seharusnya jujur dan bermartabat. Anggota tim Detektif Lee akhirnya dimutasi secara terpisah ke sektor yang berbeda.

 Karena dirinya dan Detektif Lee yang paling dianggap menyusahkan, keduanya pun dipindah ke sektor yang saling berjauhan.

2013~2014

 Mengawali kehidupan barunya di kota Tamna yang terletak di kepulauan Jeju, Mi-Ok masuk sebagai anggota baru divisi detektif. Empat tahun menekuni pekerjaan sebagai polisi di distrik Gangnam membuat Mi-Ok hampir hapal dengan beragam tipe polisi yang ada, buruk ataupun baik, penjilat atau bukan. Besar harapannya ketika dipindah kemari ia akan menemukan kedamaian dan mendapatkab banyak rekan yang juga ingin menegakkan hukum secara bersih.

 Sayang, kondisi di dalam kepolisan kota Tamna pun tak jauh berbeda dengan Gangnam. Rasanya nyaris tak ada kepolisian yang benar-benar bersih di negara ini.

 Mi-Ok melaksanakan pekerjaannya dengan lebih berhati-hati lagi. Ia masih tetap menjalankan tugas dengan cara yang diajarkan oleh Detektif Lee, hanya saja jauh lebih rapi. Ia belajar untuk menahan diri melihat kebusukan yang ada, meski beberapa kali harus kelepasan. Karena itulah, sampai saat ini ia tidak dapat naik pangkat dari Senior Investigator karena dianggap belum pantas.

2015~2016

 Pertengahan tahun 2015, ia dimasukkan ke dalam Special Investigation Team atau SIT yang merupakan tim khusus bagian dari Criminal Affairs Bureau di kepolisian kota Tamna. Tim ini bertugas menyelesaikan tugas yang mencakup investigasi kriminal yang kompleks, sensitif dan rahasia.

 Mi-Ok pikir pada akhirnya ia bisa menegakkan hukum dalam setiap kasus dengan bersih. Sayangnya, lagi-lagi ekspektasi sang puan terlalu tinggi untuk dunia yang penuh dengan kebusukan.

 Ketika timnya tengah mengusut sebuah kasus yang berhubungan dengan pasar gelap serta penggelapan dana pajak, mendadak seluruh barang bukti lenyap tak berbekas. Segala bukti yang merujuk pada sang pelaku kini berbalik menjadi seputih kapas dan SIT dianggap tidak kompeten dalam menanganinya.

 Sebuah konspirasi tingkat tinggi diciptakan guna menjebak mereka. SIT dianggap berhalusinasi dan berusaha untuk menjebak aparat pemerintah yang tidak bersalah. Mi-Ok dan rekan satu timnya terancam mendekam di dalam penjara akibat perbuatan yang bahkan tidak pernah mereka lakukan.

 Di tengah situasi yang kacau itu, tiba-tiba saja sang ketua tim menghilang.

 Mengundurkan diri karena malu sekaligus merasa bertanggung jawab atas kegagalan timnya, mereka bilang. Namun hingga saat Ini Mi-Ok belum menemukan bukti jika sang ketua benar mengundurkan diri. Yang ia dapatkan hanyalah kabar bahwa pria itu tak pernah lagi pulang ke keluarganya.

 Entah apa yang sang ketua korbankan selain jabatannya, namun hal itu berhasil membebaskan anggota timnya dari kurungan penjara. Kelima anggotanya termasuk Mi-Ok diskors, dan SIT dibekukan selama satu tahun.

2017~2020

 Hyun Mi-Ok berhasil menjadi ketua baru bagi SIT. Puan itu bersikeras menolak perintah mutasi ke daerah lain dan mempertaruhkan nama serta kariernya selama ini untuk membangun kembali SIT yang baru.

 Ia telah melihat kedua orang yang disegani olehnya kalah dari tangan licik pemangku kekuasaan. Kali ini, ia tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi pada timnya lagi.

 Sayangnya, akibat reputasi tim yang terlanjur memburuk , tidak ada satu pun polisi lama di sektor Tamna yang ingin dimasukkan ke sana. Pada akhirnya, demi keberlangsungan tim maka Mi-Ok merekrut para polisi baru yang rata-rata dimutasi dari sektor lain.

 Selama berjalan nyaris tiga tahun, entah sudah berapa kali anggota timnya berubah. Mereka berusaha keras merangkak dari bawah untuk mengembalikan nama baik tim, namun sayangnya jalan bagi SIT tidak pernah mulus.

Mi-Ok adalah gadis keras kepala yang paling tidak tahan ketika melihat suatu ketidakadilan terjadi. Ia tidak akan segan memarahi atau menasehati siapapun yang bertindak salah, sekalipun orang itu adalah keluarganya sendiri.

Mi-Ok memiliki karakter yang lebih terlihat seperti laki-laki. Ia mahir bela diri terutama Taekwondo. Larinya sangat cepat, bahkan saat bersekolah dulu dijuluki sebagai 'Cheetah'. Ada pula yang menyamakannya dengan hewan Hyena karena kegalakannya.

Mi-Ok lebih senang dipanggil Hyunmi, gabungan dari marga dan suku kata pertama namanya karena menurutnya nama Mi-Ok terdengar sangat kuno dan seperti nenek-nenek.

Meskipun tidak suka, namun selama bersekolah Mi-Ok selalu menjadi ketua kelas. Banyak teman yang menyukainya karena ia jujur dan Tidak bermuka dua. Mi-Ok cenderung sangat lepas dalam mengutarakan perasaannya, ia tidak takut dengan pendapat orang lain terhadapnya. Prinsipnya adalah hidup hanya sekali, nikmati hidup atau tidak sama sekali.

Mi-Ok memiliki fisik yang kuat, bahkan bisa mengangkut dua karung beras seorang diri. Meskipun ramah dan mudah berbaur, dirinya bisa menjadi judes seketika jika ada orang yang bertIngkah menyebalkan seperti mengejek, membully atau merendahkan orang lain.

Ketika menempuh pendidikan, nilainya biasa-biasa saja. Bahkan nilai matematika, fisika, kimia dan segala pelajaran yang berhubungan dengan angka tidak pernah berada di atas nilai minimal. Dirinya memang sangat lemah sekali dalam hitung nenghitung. Seketika otaknya bisa melambat saat dihadapkan dengan banyak angka.

Pun begitu, Mi-Ok memiliki nalar yang cukup bagus. Kegemarannya membaca kliping artikel kasus dan cerita misteri mempermudahnya dalam memikirkan jalan keluar dari kasus yang ditangani olehnya.

Mi-Ok lebih cocok sebagai eksekutor daripada konseptor. Tindakannya yang kerap dianggap sembrono dan tidak ada anggunnya sama sekali justru beberapa kali berhasil membantunya dalam pengejaran tersangka ー meski lebih sering membuatnya terluka.

Mi-Ok adalah gadis yang sangat nekat. Siapapun akan diajak berdebat olehnya, bahkan atasan sekalipun. Ia tidak masalah mempertaruhkan namanya jika memang itu untuk suatu kebenaran.

Kekurangannya yang paling menonjol adalah sumbu pendek emosinya. Mi-Ok mudah tersulut emosinya, apalagi jika berhubungan dengan pekerjaannya.

Mi-Ok yang mudah meledak-ledak dan kerap tidak mengindahkan larangan serta senang menantang maut itu memiliki banyak hal yang menbuatnya tidak disukai oleh para petugas yang gemar mencari aman dan menjilati para petinggi untuk mendapat keuntungan. Bisa saja ia menjatuhkan mereka semua, namun orang licik akan sulit dikalahkan jika tidak dengan cara yang licik pula. Lagipula, lebih banyak orang berhati busuk di dunia ini.